Selamat Datang..
Tampilkan postingan dengan label top. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label top. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 November 2022

Coattail Anies Baswedan Mulai Naikkan Elektabilitas Parpol Pendukung di Pemilu 2024

Elektabilitas Partai Nasdem akhirnya meningkat 5,20 persen, setelah satu bulan lebih mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai Capres 2024. 

Berdasarkan survei yang dilakukan Indopol, Partai Nasdem akhirnya mendapat efek elektoral atas deklarasi Anies Baswedan sebagai capres.



Direktur Eksekutif Indopol Survey Ratno Sulistiyanto, mengatakan dalam survei ini PDIP memiliki elektabilitas 17,89 persen. Diikuti Gerindra (12,93 persen), Nasdem (9,02 persen), Golkar (7,32 persen), PKB (5,45 persen), Demokrat (5,20 persen), PKS (3,90 persen), PAN (1,46 persen), Partai Baru (1,38 persen), PPP (1,06 persen). Sisanya di bawah 1 persen.

Jumat, 22 Januari 2010

Sejarah Inalum

Setelah upaya memanfaatkan potensi Sungai Asahan yang mengalir dari Danau Toba di Propinsi Sumatera Utara untuk menghasilkan tenaga listrik mengalami kegagalan pada masa pemerintahan Hindia Belanda, pemerintah Republik Indonesia bertekad mewujudkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di sungai tersebut.

Tekad ini semakin kuat ketika tahun 1972 pemerintah menerima dari Nippon Koei, sebuah perusahaan konsultan Jepang laporan tentang studi kelaikan Proyek PLTA dan Aluminium Asahan. Laporan tersebut menyatakan bahwa PLTA laik untuk dibangun dengan sebuah peleburan aluminium sebagai pemakai utama dari listrik yang dihasilkannya.

More

Sirkuit Asahan akan jadi bukti sejarah

Sirkuit Graha Asahan Indah Kota Kisaran akan jadi bukti sejarah serta memukau penonton dan pecinta motocross pada 22-23 September nanti dalam rangka Kejuaraan Muspida Idul Fitri Motocross 2009 yang dilaksanakan OP Ladon 89 Asahan-Tanjungbalai.

"Lapangan sudah oke, sekarang tinggal pembalapnya yang akan menyesuaikan diri dengan lapangan," ujar Manajer Sirkuit Graha Asahan Indah, Herry Koces, kepada Waspada, Sabtu.

Menurutnya, dalam beberapa hari ini, para pembalap sudah sering latihan di sirkuit tersebut, khususnya di kelas eksekutif. Dari pantauannya, semua pembalap sudah mulai menguasai sirkuit.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Asahan Rahmad Hidayat Siregar mengakui sirkuit tersebut lumayan menantang, sehingga pada waktu latihan sempat terjatuh saat akan memotong rivalnya Ketua DPD IPK Asahan T Johnson hingga mengalami luka ringan.

"Tak semudah yang kubayangkan, rupanya balapan tahun ini cukup menantang dari balapan sebelumnya," ujar Dayat yang juga mantan pembalap pada tahun 90-an.

Berbeda dengan Ketua OP Ladon 89 Asahan-Tanjungbalai, Nurkarim Nehe menyatakan, akan bersaing ketat dengan para crosser yang melibatkan Kapolres Asahan AKBP Rudi Sumardiyanto, Dandim 0208/AS Letkol Inf herry CH dan Kasdim Mayor Inf Thomson Siahaan plus Ketua DPD IPK Asahan T Johnson.

"Meskipun saya pembalap dadakan, dengan sepeda motor ini jalan lurus akan kutebas habis. Tikungan dan jumping keteter, rintangan berlumpur kugasak," ungkap Nurkarim sambil tersenyum.

Seminar Bendungan Besar Asahan: Sejarah Geologi Tufa Toba

Between Barumun and Wampu River in North Sumatera there exist a topographic culmination marked by contour lines of 100 and 1000 m, called batak Tumor by van Bemmelen (1939). The top of this culmination, on the NE side of the Sumatera fault zone, is crowned by Lake Toba which measures on its NW-SE side axis 87 km. The area of lake including Samosir island is 1.776,5 sq.km. Samosir is 640 sq.km and Pardapur near the southern shore is 7 sq.km, so that the free water area of the lake measures 1.130 sq.km. The volcano-tectonic history of the Toba area has attract many scientist.

The author proposed the foolowing sequence of formation : culmination or forming of the Batak Tumor; deposition of pre-Toba dacite which age was dated 1,9 m.y.; post-Toba welded Tuff which is 1,2 m.y. old; formation of lake deposit in the Samosir island and surrounding area; upper tuff which age is 0,1 and 0,075 m.y.; then the uppermost pumice tuff which was dated 30.000 years old. The distribution of the first three phase is exposed in the area surrounding Toba Lake. Each phase activity contained several cooling units which distribution is not uniform for the whole area. Tuffs younger than 0,1 m.y. seems to be more explosive and was oirborn distributed in a very broad area, from Tampan in Malaysia to the SW part of Ceylon in the Indonesian Ocean.

More

Sejarah Singkat Kota Tanjungbalai

Sejarah Kerajaan Asahan dimulai dengan penobatan raja pertama kerajaan tersebut yang berlangsung meriah disekitar kampung Tanjung. Peristiwa penabalan raja pertama kerajaan Asahan tersebut terjadi tepatnya pada tanggal 27 Desember 1620, dan tanggal 27 Desember kemudian ditetapkan sebagai “Hari Jadi Kota Tanjungbalai” den-gan surat keputusan DPRD Kota Tanjungbalai Nomor : 4/DPRD/TB/1986 Tanggal 25 November 1986.

Mengenai asal usul nama kota “Tanjungbalai” menurut cerita rakyat yang ada di Tanjungbalai bermula dari sebuah kampung yang ada disekitar ujung tanjung di muara Sungai Silau dan aliran Sungai Asahan.

Lama kelamaan balai yang dibangun semakin ramai disinggahi karena tempatnya yang strategis sebagai bandar kecil tempat melintas ataupun orang – orang yang ingin bepergian ke hulu Sungai Silau. Tampat itu kemudian dinamai “Kampung Tanjung” dan orang lazim menyebutnya balai “Di Tanjung”.

Ditemukannya Kampung Tanjung kemudian menjadikan daerah itu menjadi semakin ramai dan berkembang menjadi sebuah negeri. Penabalan Sultan Addul Jalil sebagai raja pertama Kerajaan Asahan di Kampung Tanjung kemudian memulai sejarah pemerintahan Kerajaan Asahan pada tahun 1620.

Dalam catatan sejarah, Kerajaan Asahan pernah diperintah oleh delapan orang raja yang sejak raja pertama Sultan Abdul Jalil pada tahun 1620 sampai dengan Sultan Syaibun Abdul Jalil Rahmadsyah tahun 1933, yang kemudian mangkat pada tanggal 17 April 1980 di Medan dan di makamkan di kompleks Mesjid Raya Tanjungbalai.

Pertumbuhan dan perkembangan Kota Tanjungbalai sejak didirikan sebagai Gementee berdasarkan Besluit G.G. tanggal 27 Juni 1917 dengan Stbl.1917 No. 284, se-bagai akibat dibukanya perkebunan-perkebunan di derah Sumatera Timur termasuk daerah Asahan seperti H.A.P.M., SIPEF, London Sumatera (Lonsum) dan lain-lain, maka Kota Tanjungbalai sebagai kota pelabuhan dan pintu masuk ke daerah Asahan menjadi penting artinya bagi perkembangan perekonomian Belanda.

Dengan telah berfungsinya jembatan Kisaran dan dibangunnya jalan kereta api Medan – Tanjungbalai, maka hasil-hasil dari perkebunan dapat lebih lancar disalurkan atau di ekspor melalui kota pelabuhan Tanjungbalai.

Untuk memperlancar kegiatan perkebunan, maskapai-maskapai Belanda membuka kantor dagangnya di kota Tanjungbalai antara lain: kantor K.P.M., Borsumeij dan lain-lain, maka pada abad XX mulailah penduduk bangsa Eropa tinggal menetap di kota Tanjungbalai. Assisten Resident van Asahan berkedudukan di Tanjungbalai dan karena jabatannya bertindak sebagai Walikota dan Ketua Dewan (Voorzitter van den Gemeen-teraad).

Sebagai kota pelabuhan dan tempat kedudukan Assisten Resident, Tanjungbalai juga merupakan tempat kedudukan Sultan Kerajaan Asahan.

Pada waktu Gementee Tanjungbalai didirikan atas Besluit G.G. tanggal 27 Juni 1917 No. 284, luas wilayah Gementee Tanjungbalai adalah 106 Ha. Atas persetujuan Bupati Asahan melalui maklumat tanggal 11 Januari 1958 No. 260 daerah-daerah yang dikeluarkan (menurut Stbl. 1917 No. 641) dikembalikan pada batas semula, sehingga menjadi seluas 200 Ha.

Dengan dikeluarkannya Undang-Undang Darurat No. 9 tahun 1956, Lembaran Negara 1956 No. 60 nama Hamintee Tanjungbalai diganti dengan Kota Kecil Tanjung-balai dan Jabatan Walikota terpisah dari Bupati Asahan berdasarkan surat Menteri Dalam Negeri tanggal 18 September 1956 No. U.P. 15 / 2/ 3. Selanjutnya dengan UU No. 1 Tahun 1957 nama Kota Kecil Tanjungbalai diganti menjadi Kotapraja Tanjungbalai.
 
Back To Top
Distributed By Blogger Templates | Designed By OddThemes